Be Yourself But Better


“Jadi, nanti keluar dari ruang ini, jika Anda tampil seperti dulu lagi, dan mendapat kritikan ‘katanya sudah ELT, kok masih tampil seperti itu’ lalu Anda menjawab disuruh pak Sandy untuk tampil be yourself, jangan lupa ada ‘but better’nya. Jadi, tak ada excuse buat Anda untuk tampil seperti dulu lagi setelah 4 hari mendapat ilmu dahsyat dari MWS ini,” begitu kira-kira Pak Sandy berpesan pada setiap angkatan ELT di penghujung workshop.

Mengapa? Karena ternyata tidak sedikit yang tergoda dengan kenyamanan lamanya untuk tidak mau berubah. Eforia mendapatkan ilmu yang luar biasa menguap dalam sekejap dan kembali pada kebiasaan lama mengajar dengan segala kekakuan dan keegoisannya. Dan, kayaknya sih batch 3 dari PT. AHM yang diselenggarakan tanggal 3 – 6 Desember 2018 ini tidak demikian. Sekurang-kurangnya wajah mereka menunjukkan komitmen untuk tetap “be yourself BUT BETTER”. So, congratulations ya….

Dalam filsafat ‘ILMU’ manusia, memang kata better lebih ‘magis’ dari kata most. Kata ‘lebih’ lebih bertuah dibanding kata ‘paling’. ‘Lebih/better’ menunjuk pada proses berkembang seolah tiada ujung. Lain halnya dengan kata paling yang menunjuk proses telah berhenti. Karena itu dalam dunia pembelajaran ‘better’ adalah kehidupan, most berarti kematian alias stop.

Ooooh ternyata itu yang bisa direfleksikan dari “be yourself but better’nya Pak Sandy di akhir workshop ELT-MWS kemarin. Keren ya. Belum lagi ditambah dengan TOTALITAS dalam GREAT yang membuat ‘better’ bukan sekedar lebih baik, tapi lebih total dan lebih total terus.

Sementara sebagian peserta dari AHM batch 3 ini lebih menyukai kata klimaks. Entah apa yang ada di pikiran mereka..ha..ha…Tapi, mungkin itulah yang disebut totalitas. Klimaks adalah peak experience, pengalaman puncak yang selalu ada puncak-puncak lainnya. Anda tidak paham? Yuuuk gabung lagi di kelas ELT-MWS berikutnya. Saya jamin, pemahaman Anda akan klimaks di situ.

Berikut ini kesan singkat dan padat dari para lulusan baru ELT dari PT. AHM ini.

The most hectic but powerful impact workshop that I have ever joined. Trainernya luar biasa dan ngak biasa (Fahmi Rifani)

It was amazing journey (Siska Novarina)

Amazing & Klimaks! (Desi Ratnawati)

Untuk menjadi seorang trainer yang ‘berisi’ kudu “berdarah”. So jangan pernah menyesal…It’s good way to be a brilliant(Asteria Floretta)

Keren semua. Trainers pada ROCK n RLL semua. Materinya juga keren habis. Good job and good luck for next improvement (Yulita Puspita Sari)

Great…experience mind blowing (Nathanael Wahyu)

Saya suka model sumur MWS yang menggali lebih dalam untuk menemukan mata air. Terima kasih kopinya Pak Martin, P. Sandy dan Mas Madu. Kental, pahit dan beraroma (Rini)

MWS is the best training dari semua training yang sudah saya ikuti. Sangat menginspirasi banget untuk menjadi inspirasi seperti MWS (Dinni)

MWS; Materinya OK, Waktu dibawakan jadi Fun dan emosional, Super sekali (Arief)

Training ini sangat aplikatif, membantu saya menjadi seorang trainer yang kreatif dan berani. Juga membantu saya menjadi trainer yang hebat (Andi Nur Shela)

Ini gelar saya yang ke-2. Hal ini menjadi sangat special mengingat perlu 23 tahun untuk mendapatkan gelar di belakang nama saya. Semoga ini menjadi pecutan bagi saya untuk mengamalkan lmu yang sudah saya dapatkan. (Junaedi)

Damn! You teach me how to get KLIMAKS. Thank you the 3 M (Hapsari Nugrohani)

Training yang luar biasa. Hanya perlu diperbaiki dari segi slide agar lebih menarik dan kekinian. (Lutfi)

Sumpeh, KLIMAKS (Jawwad)

Next, ditunggu sesi di luar kelas semacam camp (Retno Dwi Purwadi)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • Facebook - White Circle
  • Twitter - White Circle
  • LinkedIn - White Circle

© 2016 by rowenkuro