top of page

Mengenali Harapan Peserta (Versi Bahasa Indonesia)


Pada awal sesi pelatihan saya, sambil menunggu kedatangan para peserta, saya meminta peserta yang telah hadir di ruang training untuk mengisi harapannya selama mengikuti pelatihan saya, berikut ini adalah beberapa komentar yang berhasil saya rangkum :

 Mendapatkan penyegaran dalam menyelesaikan problem pekerjaan 1  Ingin tahu cara menyelesaikan masalah di dalam proses produksi dengan cepat  bisa cepat menyelesaikan masalah  sedikit alternatif supplier yang secara price baik, bagus performancenya dan delivery tepat waktu  semoga mendapatkan lebih banyak cara / pendapat untuk menyelesaikan masalah yang timbul di pekerjaan  lebih mampu menyelesaikan masalah dengan lebih terarah, dan bisa terorganisir  punya cara untuk menyelesaikan masalah dengan mengikuti training problem solving  problem yang berkaitan dengan mesin (Quality) harus menjadi fokus kita  setiap persoalan yang terjadi harus menjadi tanggung jawab semua individu yang terlibat  menyelesaikan ketidak disiplinan karyawan, rencana kerja yang mendadak, rencana kerja yang berubah, bahan-bahan trial yang tidak komplit data-datanya  kurang adanya kekompakan antar divisi  lebih kenal dengan team antar grup perusahaan  belajar probem solving  menambah ilmu cara memecahkan masalah dengan cepat dan akurat  mendapatkan pengetahuan tentang problem solving dan dapat menerapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi dan keluarga  bisa memilih kemampuan penerapan penyelesaian masalah dan solusi yang tepat  ilmu bertambah  teman bertambah  update knowledge tentang problem solving  lebih mantap dalam mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah  berpikir dari beberapa sudut pandang  mendapatkan ilmu baru mengenai problem solving utuk diterapkan ditempat kerja  mendapatkan cara efektif untuk menyelesaikan masalah  dapat strategi atau cara baru dalam pemecahan masalah di lapangan (pabrik)  menambah skill dan ilmu dari materi training diberikan agar dapat diimplementasikan dalam kerja sehari-hari  mampu memahami dan menganalisa masalah lebih baik lagi, sehingga keputusan yang diambil tepat dan cepat dan masalah tidak terulang lagi  mendapatkan kiat-kiat, metode pengambilan keputusan, penyelesaian masalah yang jitu dan tepat sasaran  bisa mendapatkan teknik problem solving yang efektif dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari  dapat menyelesaikan tiap masalah dengan tepat dan bijaksana  menemukan cara menyelesaikan masalah dengan mudah  mengetahui teori-teori tentang problem solving  menambah values untuk interpersonal skill  belajar sesuatu yang baru  memperoleh ilmu yang bisa diimplementasikan di factory dan mendapatkan dukungan penuh dari manajemen  bisa lebih trampil dalam penyelesaian masalah  pengalaman dan ilmu bertambah  untuk lebih mengetahui cara-cara yang lebih efektif dalam penyelesaian masalah dan lebih tepat / bijak dalam mengambil keputusan  ingin menambah wawasan bagaimana cara menyelesaikan masalah yang dihadapi ketika kita berada di posisi atasan  memperoleh ilmu dan pengetahuan baru  materi training yang bermanfaat  untuk dapat mengetahui cara pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat  untuk mendapatkan ilmu sehingga dapat diimplementasikan untuk diri pribadi dan perusahaan  menambah wawasan dan dalam ilmu trainer  dapat bersosialisasi di lingkungan perusahaan  berkomitmen dengan perusahaan  menambah ilmu dan menambah wawasan tentang penyeleaian suatu masalah dan pengambilan keputusan.

Data diatas di ambil dari 2 kali pelatihan yang melibatkan 34 orang responden dan bila saya membagi beberapa tingkat harapan peserta saya berdasarkan komentar (setiap orang dapat memberikan lebih dari satu komentar) adalah sebagai berikut:

1. Awareness : 2 responden (4%) 2. Knowledge : 19 responden (39%) 3. Skill : 11 responden (11%) 4. Attitude : 3 responden (6%) 5. Implementation : 6 responden (12%) 6. Wisdom : 1 responden (2%) 7. Commitment : 1 responden (2%) 8. Lainnya : 6 responden (12%)

Secara umum dapat saya simpulkan bahwa rata-rata 40% dari peserta bertujuan untuk menambah ilmu atau pengetahuan saja, 10% bertujuan untuk mendapatkan kemampuan dari sebuah pelatihan, 10% memang sudah mempersiapkan diri untuk mengaplikasikan pelajaran ke dalam dunia pekerjaan mereka, 10% dari mereka mengharapkan sebuah perubahan dalam diri atau sikap mereka, 10% lainnya yang belum jelas tujuannya dan hanya sedikit saja yang benar-benar ingin mendapatkan semua hal diatas.

Saya tertarik akan pernyataan seorang peserta yang ingin mendapatkan perspektif yang berbeda dari apa yang telah dia kuasai saat ini (wisdom) serta ada satu orang yang berkomitmen untuk menguasai materi ini dengan sempurna dan mempraktekkannya bagi kepentingannya sendiri maupun perusahaan (komitmen).

Dari hal yang sederhana ini, secarik kertas dan sebuah harapan sangat bermanfaat bagi kami para internal trainer untuk memetakan minat dan antusias para peserta didalam mengikuti pelatihan, apalagi bila hal ini ditambah dengan nama dan NIK para peserta sehingga anda dapat memetakan dan mendapatkan konfirmasi dari analisa kompetensi dan peta Human Assest Value (HAV) perusahaan anda.

Selain dari itu, anda juga dapat mengatur strategi atau metode penyampaian materi pelatihan anda terutama yang berdurasi 1-2 hari atau untuk materi MWS yang dilakukan internal, anda sebagai trainer utama diharapkan dapat membaca cepat untuk mengenali minat peserta anda sambil rekan anda yang lain memberikan Ice Breaker atau warming up bagi para peserta, sehingga pada waktu anda menyampaikan materi, anda sudah tahu tujuan akan pelatihan lebih jelas, bagian mana yang perlu difokuskan selama pelatihan dan sebagai cara mudah, anda dapat saja mengambil keuntungan dari survei ini yaitu rata-rata 40% peserta anda ingin menambah pengetahuan saja, 20% ingin meningkatkan kemampuan dan sikap mereka, 10% benar-benar ingin mengaplikasikan ke dunia kerja dan 30% lainnya belum menentukan sikap mereka. Dengan demikian, anda dengan cepat memetakan dan mengatur strategi pelatihan yang sesuai dengan peserta anda.

Untuk mengkonfirmasi harapan peserta ini dapat anda lakukan dengan mendapatkan data evaluasi setelah training dilaksanakan.

Selamat mencoba dan sukses untuk anda.

Surya Rachmannuh, PLT.

Surya is a Professional Licensed Trainer from MWS International. Certifited Problem Solving and Decision Making from Kepner Tregoe, 4DX and 7 Habit Licensed Trainer, Leadership from Dale Carnegie, a Million Leadership Mandate from John C. Maxwell. Saat ini Surya melayani sebagai Internal Trainer (Grustler) disebuah perusahaan FMCG Indonesia, juga sebagai Certified Auditor / Assessor from SGS for Quality Management. You can contact him at 0858 8228 0303 or BB 20F0 8757.

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page