"Distress atau Eustress?"

Siapa dari kita yang tidak mengenal istilah stress? Bukan hanya mengenal, hampir dipastikan semua dari kita pernah mengalami stress dalam keseharian kita, entah di keluarga, tempat kerja dan lingkungan sosial lainnya. Persoalannya apakah di era yang penuh dengan perubahan pesat ini kita memiliki kesadaran yang cukup atas eksistensi stress dalam diri kita. Seandainya kita menyadarinya, apakah kita punya kemampuan untuk bersikap dan mengelola stress itu? Atau justru hidup kita yang “dikelola” oleh stress itu?

Dian Mardi Riupassa, Licensed trainer dari MWS International-Indonesia berhasil membuat kelas “Minimizing workstress dan Dealing with Change” workshop tanggal 18 Juli 2017 baru-baru ini begitu hidup dan dinamis. Peserta tampak antusias dan “sejenak” melupakan stressnya. Melihat wajah-wajah peserta, bahkan tampaknya sudah siap menyambut setiap perubahan dalam hidupnya.

“Trainernya keren, humoris dan emang benar ‘Dian (Dinamis Antusias). Materi yang dibawakan sangat inspiratif dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kelasnya interaktif, pesertanya ‘gokil’, Sering-seringlah mengadakan acara seperti ini MWS Indonesia!” begitu kesan dan pesan peserta workshop ini.

Dalam satu kesempatan, peserta diajak untuk menuliskan masuk golongan mana stress sehari-sehari yang kita kenal, distress (stress yang membuat down/sedih) atau eustress (stress yang memacu semangat/antusias)? Setelah berhasil menuliskan dan mempresentasikan, ternyata hasilnya mengejutkan. Bagi orang terentu distress justru dimasukkan kedalam kelompok eustress dan sebaliknya. Ini fenomena menarik. Apa yang dapat disimpulkan dari kegiatan peserta menuliskan distress dan eustress itu?

Ternyata stress itu adalah realitas netral. Disposisi bathin dan kemampuan kita mengelola stress itu yang menjadikan stress itu “menurunkan semangat” atau “justru menaikkan semangat”. Karena itu kita perlu memiliki sikap bathin yang benar terhadap stress dan terutama terus mengasah kemampuan kita untuk mengelola stress yang tidak pernah dapat kita hindarkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Kelas menjadi begitu aplikatif karena dalam workshop ini disajikan beberapa tips praktis bagaimana mengelola stress dan bagaimana memiliki sikap yang tepat dalam memandang perubahan yang begitu dinamis dan cepat terjadi dalam keseharian hidup manusia.

Akhirnya sampai jumpa di kelas berikut 13 September 2017 dengan tema "Buiding Team dan Dealing with Difficult People" Salam MWS!

Salam Antusias-RT.


Featured Posts
Recent Posts