Gimana Trainer Mengatasi Kejenuhan?


Inilah salah satu pertanyaan sejuta umat yang sering saya terima,

“Bapak mengajar program terus-menerus. Saya lihat kesibukan yang diposting di web. Gimana Pak caranya supaya nggak jenuh. Kalau saya kejadiannya begini. Kalau materinya masih baru, saya biasanya bersemangat sekali untuk mengajar. Persiapannya sampai larut malam. Tapi setelah mengajar sekali dua kali di perusahaan, saya pun jadi bosan. Saya kasihan dengan peserta saya. Karena saya bisa merasakan, energi sayapun jadi kurang semangatnya. Gimana Bapak mengatasinya?

Well, rekan-rekan trainer.

Kalau Anda mendapat pertanyaan itu, “Apakah respon Anda?”

Bagaimana mengatasi kejenuhan itu?

Jenuh=Wajar

Jenuh itu wajar.

Kecuali Anda itu robot yang bisa melakukan sesuatu secara berulang-ulang tanpa ada bosan-bosannya.

Nah, bagaimana respon dan solusinya ketika kita mulai merasa jenuh dengan apa yang kita ajarkan?

Pada kesempatan ini, saya ingin sharingkan 3 tips penting bagi kita sebagai trainer.

Pertama, Mindset!

Apa yang dimaksud mindset?

Saya mau kasih ilustrasi begini.

Pernahkah punya kesempatan melihatan opera ataupun pagelaran seni yang rutin dilakukan?

Saya teringat waktu berada di Disney Sea di Tokyo.

Waktu itu saya sempat menyaksikan acara semacam cabaret show yang luar biasa.

Kostumnya, lagunya, tariannya, kekompakannya…

Semuanya memukau.

Padahal, setiap hari mereka punya 3 show. I repeat….3 SHOW SEHARI!!!

Kebayangkah bagaimana bosannya?

Buat yang menonton sih baik-baik aja.

Tapi kebayang nggak buat yang harus tampil. Sehari, harus “manggung” 3 kali.

Harus tetap spektakuler, tetap dahsyat dan nggak boleh salah?

Bayangkan, betapa menjenuhkannya?

Tapi, yang menarik. Saya pernah membaca sebuah pertanyaan dilontarkan kepada pemain Broadway dengan pertanyaan yang mirip ini

“Bagaimana kamu nggak jenuh?”

Tahukah jawabannya?

Jawabannya dia katakana ada di mindsetnya.

“Setiap kali mulai manggung. Persoalannya bukanlah bertanya ini manggungnya saya yang keberapa, TAPI…

Bagaimana saya melihatnya dari sisi penonton yang pertama kali melihat pertunjukan ini? Apa yang akan menarik dari pertunjukan ini?”

Nah, dengan cara berpikir dari sisi penonton inilah saya mengatasi kejenuhan saya. Jadi saya berpikir,

“Buat saya mungkin ini sudah penampilan saya yang keseratus kalinya. Tapi, bagi penonton di depan saya sekarang mungkin ini adalah pertunjukan yang pertama disaksikannya”. Pikiran inilah yang membuat saya excited. Bersemangat lagi untuk memberikan pertunjukan yang menarik untuknya!

Itulah jawabannya.

So,aplikasinya ke dunia training?

Mungkin bagi Anda, ini adalah penampilan ataupun training Anda yang seratus sekian kalinya. Anda sudah begitu seringnya.

Tapi, percayalah, yang menyaksikan bisa jadi adalah yang pertama kalinya.

Jadi, pikirkanlah “penonton” Anda yakni peserta yang pertama kali mengikuti pelatihan Anda! Ayo, bersemangatlah!

Kedua, Tambahkan Yang Baru!

Saya dikenal oleh tim, suka menambahkan hal-hal baru di setiap training.

Makanya, kalau Anda pernah mengikuti training kita misalkan Kecerdasan Emosional. Kalau seandainya Anda pernah mengikuti, lalu refresh lagi. Pastilah Anda akan menemukan perbedaan dalam beberapa materi yang disampaikan.

Memang, secara kerangka besar, saya harus mempertahankan struktur training tersebut (iya dong…kan kewajibannya begitu!).

Tapi, selain itu, pastilah ada tambahan hal-hal yang baru. Materi terbaru, contoh terbaru ataupun ilustrasi yang baru.

Itulah sebabnya, saya selalu menyarankan peserta saya mengikuti (refresh) training paling tidak 2 tahun sekali (lagipula refresh juga gratis dari fee training kok!!)

Nah, apakah tujuan saya menambahkan materi yang baru?

Yes! Untuk menghindari kejenuhan.

Dengan adanya tambahan materi itu, saya menjadi excited lagi dengan pelatihan tersebut.

Nah, hal yang sama juga bisa Anda lakukan.

Tambahkanlah sesuatu yang baru di training Anda.

Kalaupun bukan materi, mungkin Anda mengubah metode. Ada tambahan games, activity yang berbeda.

Yang penting: LAKUKANLAH SESUATU YANG BERBEDA.

Hal itu akan menambahkan energi pembaharuan dalam diri Anda.

Ketiga, Masukkan Motif Anda!

Menariknya, kalau kita tanyakan kepada setiap orang yang pertama kali jadi trainer. Jawaban rata-ratanya cukup standar: INGIN MENGINSPIRASI ORANG!

Begitulah MOTIF UMUM setiap trainer tatkala pertama kali jadi trainer.

Full of spirit. Ingin jadi inspirasi buat hidup orang.

Tapi apa yang terjadi dengan berjalannya waktu?

Seiring berjalannya waktu, para trainer inipun jadi bosan. Jadi jenuh. Jenuh banget! Karena yang diajarin adalah itu-itu aja.

Motivasi menginspirasi pun seolah-olah makin lenyap. Berubah jadi slogan belaka.

So bagaimana mengembalikan spirit itu?

Kembalikan motivasi Anda! Tanyakan motif Anda!

Pikirkanlah sekali lagi, apa yang memotivasi dan menggerakkan Anda tampil sekarang. Apa yang paling memotivasi Ada sekarang.

Rasakan yang akan Anda peroleh dari training yang akan Anda lakukan itu.

Temukan motif Anda.

Jangan merasa bersalah. Pengalaman saya, motif ini bisa berubah.

Tetapi, carilah kembali MOTIF INTERNAL Anda.

Dan kalau bisa, kaitkan dengan REWARD yang Anda peroleh karena motif itu.

Entah reward karena orang yang penuh haru berterima kasih kepada Anda. Entah karena Anda mendapatkan uang dari apa yang Anda lakukan sekarang. Entah karena popularitas yang akan Anda peroleh. Network yang Anda peroleh. Pelayanan yang bisa Anda lakukan. Atau, satu lagi persembahan untuk Tuhan yang bisa Anda berikan. Perasaan bermakna. Perasaan lebih kaya. Perasaan akan dipuji. Entahlah.

Tapi, berdasarkan teori REWARD ini, kadang kejenuhan bisa diatasi.

Jadi, mulai sekarang, sebagai trainer MINIWORKSHOPSERIES, tatkala Anda mulai merasa jenuh ingatlah!

Jangan berdiam diri untuk memberikan yang “seala kadarnya” kepada peserta kita. Kejenuhan jangan dibiarkan karena itu akan menular dalam training Anda!

Ingatlah sekali lagi ingatlah….ada 3 hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kejenuhan itu!

Antusiaslah Menggapai Mimpimu,…

Anthony Dio Martin

Anthony Dio Martin, “Best EQ trainer Indonesia”, direktur HR Excellency & Miniworkshopseries Indonesia, pembicara, ahli psikologi, penulis buku-buku best seller, host program motivasional di SmartFM, host beberapa acara di Excellent TV dan Mutiara TV, kolomnis di berbagai harian dan majalah. Website:www.anthonydiomartin.com dan twitter: @anthony_dmartin ; Instagram: anthonydiomartin


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • Facebook - White Circle
  • Twitter - White Circle
  • LinkedIn - White Circle

© 2016 by rowenkuro